Showing posts with label Manajemen Diri. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Diri. Show all posts

Monday, June 9, 2008

Apa Yang Membuat Kita Mulai Bertindak

"Actually, most people KNOW what they must do for success. But, only
few of them DO what they know". – Anthony Robbins -

Kalimat tadi adalah merupakan refleksi dari keinginan dan
tindakan di dalam kehidupan kita sehari-hari, dimana pada dasarnya
setiap orang punya keinginan untuk mencapai sesuatu hal, dan kita pun
tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Tapi ada hal-hal
tertentu yang menghambat, yang menyebabkan sebagian besar dari kita
menunda, dan menunggu `saat yang tepat' untuk melakukannya. Tapi di
sisi lain, ada sebagian kecil orang yang mulai melakukan hal-hal yang
mereka inginkan. Pertanyaannya tentu, mengapa sebagian besar orang
menunda, dan hanya sebagian kecil saja yang mau melakukannya
sekarang. Apa yang menyebabkan itu terjadi ?

Ada beberapa hal yang menyebabkan kita menunda hal-2 yang
ingin kita lakukan. Yang pertama, kita merasa keinginan kita tidak
terlalu penting, sehingga membuat kita merasa tidak perlu
melakukannya sekarang. Kita berpikir, mungkin hal tersebut bisa
dilakukan kapan-kapan, tapi bukan sekarang. Yang kedua, untuk
melakukan keinginan kita tersebut mungkin kita perlu mengeluarkan
extra effort, yang mungkin bisa berupa waktu, uang, atau tenaga kita,
dan kita merasa enggan untuk mengeluarkan extra effort tersebut,
karena hal tersebut `memaksa' kita bekerja lebih keras dari
biasanya, `memaksa' kita keluar dari comfort zone.

Jika alasan untuk menunda demikian besar, lalu mengapa ada
juga orang yang langsung bertindak begitu mereka mempunyai
keinginan ? Ada empat hal yang membuat seseorang mulai bertindak,
yaitu :

DIPAKSA OLEH ORANG LAIN
Ini adalah hal yang paling tidak menyenangkan, apabila kita
harus melakukan sesuatu karena paksaan dari orang lain. Dan biasanya
kita akan melakukannya sambil mengeluh, bersungut-sungut atau asal-
asalan. Hasil dari tindakan yang dilakukan pasti tidak akan maksimal.
Coba ingat kembali di masa sekolah kita, berapa banyak diantara kita
yang harus dipaksa oleh orang tua untuk belajar ? Tentu, paksaan dari
orang tua ini adalah demi keinginan kita untuk mendapatkan nilai
bagus, mendapatkan rangking tertinggi, atau mungkin hanya sekedar
untuk bisa naik kelas saja. Tindakan yang dilakukan karena paksaan
dari orang lain tidak akan berlangsung lama, karena apabila tidak
dipaksa lagi, maka tindakan akan langsung berhenti.

DIPAKSA OLEH KEADAAN
Keadaan yang memaksa bisa membuat orang mulai melakukan
sesuatu, entah itu tindakan yang positif atau negatif. Dalam contoh
yang negatif, sering kita dengar seorang pencuri yang tertangkap
berkata "Saya terpaksa mencuri karena ……". Atau dalam contoh yang
positif, seorang siswa yang tadinya di semester awal lebih banyak
bermalas-malasan, tiba-tiba langsung belajar dengan semangat tinggi,
setelah nilai raportnya hancur di semester satu. Keadaan yang
memaksanya untuk rajin, untuk mengejar naik kelas. Dalam dunia
profesional, banyak diantara kita yang bekerja berdasarkan deadline.
Saat kerja kita sudah mendekati hari H, biasanya kita akan bekerja
lebih keras, mungkin dengan mengambil waktu lembur hingga larut
malam. Ada baiknya bagi kita yang merasa dirinya kurang disiplin
dalam melakukan sesuatu, mulai menerapkan system deadline, sehingga
keinginan kita bisa mulai dikerjakan dan ada keteraturan di dalamnya.

ADA `EMOTIONAL TOUCH' DI DALAMNYA
Seseorang akan mulai bertindak jika ada sentuhan emosi dalam
tindakan yang dia lakukan. Sebagai contoh, mengapa seorang suami mau
malam-malam, di waktu hujan deras, bersusah payah mencarikan obat
keluar rumah bagi istrinya yang sakit ? Padahal yang sakit bukan dia,
dan dia punya pilihan untuk tetap tidur nyenyak di rumah ? Karena ada
Cinta, ada sentuhan emosi yang membuat sang suami tadi mau melakukan
apapun demi cintanya kepada sang istri. Emosi yang bisa menggerakkan
seseorang bisa cinta, rasa takut, bangga, malu, dan sebagainya. Saat
kita punya suatu keinginan dan ada sentuhan emosi di dalamnya, bisa
dipastikan kita akan mau langsung melakukannya secara maksimal.
Contoh lain, seorang anak mungkin akan belajar mati-matian untuk
memperoleh nilai terbaik, agar memperoleh pujian dari orang tuanya,
dan dia bisa bangga bisa meraih juara kelas.

KOMITMEN
Ini adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia pada
umumnya. Karena komitmen membutuhkan `KEKUATAN EKSTRA' dari dalam
hati kita untuk mulai melakukannya. Tapi sekali kita mempunyai
komitmen untuk terus mengejar keinginan kita, maka dapat dipastikan
bahwa seluruh tenaga, pikiran dan hati kita akan tercurah seluruhnya
untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Nah, sekarang coba tanyakan ke diri kita masing-masing,
manakah diantara keempat hal tersebut yang paling nyaman untuk mulai
kita lakukan agar kita bisa mulai bertindak ? Lakukan pilihan yang
terbaik, dan mulai lakukan hari ini, untuk meraih keinginan kita.

Sukses untuk anda !

SONNY VINN

Friday, May 2, 2008

What do you expect?

You don't have to look very far to find a reason to feel sorry for yourself. But why would you want to waste even a few moments of your precious life on self pity?

It's easy to come up with perfectly reasonable excuses for lowering your expectations and hiding away from life. But then all you're left with are worthless excuses.

There are certain circumstances under which some people see themselves as victims. Yet under those exact same circumstances other people find and make the most of truly grand opportunities.

When you expect life to be cruel and harsh, it will live up to your expectations. When, on the other hand, you consider yourself to be extremely fortunate, you will become even more so.

There is great value in every moment. Positive possibilities are generated by every turn and twist of fate.

No matter what may happen or fail to happen, life is what you choose to make it. Choose again and again, in every situation, to make it great.

-- Ralph Marston

Monday, March 3, 2008

Up to You

"When one door of happiness closes, another opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one that has been opened for us."
- Helen Keller

Up to you
Your level of success is up to you. What you put into life will determine what you get out of life. You cannot borrow, beg or steal the fulfillment and joy of someone else and make it yours. Others can inspire you, teach you, encourage you, love and console you. Yet the living of your life and the fulfillmentof your best possibilities is up to you.

Think about it, and you'll see that you wouldn't want it any other way. You have the opportunity to make a difference in this world in your own special way. At the heart of your desires is the desire for meaning, the desire to make a difference.

No one else can fulfill the special possibilities that are yours alone. What a shame it would be to let the best of those possibilities go unfulfilled without ever even making the attempt.

You have a precious and irreplaceable life to live. What comes of it is up to you. It's a tremendous opportunity and an invigorating challenge, and you are the person best equipped to make the most of it. Let your own special life blossom profusely with every breath you take.
Copyright 2003 Ralph S. Marston, Jr.

Wednesday, February 20, 2008

A Positive Start

Energize your life by starting each day with gratitude. When you wake up, before you do anything else, stop and count your blessings. Then find something special about each day for which you can be thankful.
It's s great way to get each day started on a positive note, and it can make a major difference throughout the day. Actively practicing gratitude on a regular basis will keep you in touch with the very best of your possibilities. It will enable you to see opportunities and utilize resources which may otherwise have remained hidden or forgotten.
Maintaining an attitude of gratitude will keep you connected to the things of value in your life. So in a very real sense it will add value to each moment of the day.
There are many good things in your life. It makes sense to fully appreciate and enjoy them. When you do, those positive things will grow even stronger. Begin each day by counting your many blessings. By so doing you'll attract many more.
-- Ralph Marston

Thursday, February 7, 2008

Ucapan Syukur

Diambil dari: Anonim

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang
malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan
memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Kami berhenti
di depan ruang kerja pertama dan berkata, "Ini adalah Seksi
Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah
diterima". Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati
tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-
milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di
seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor
yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku
berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini
kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke
manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan
lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang
bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung
terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu
ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya
ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan
apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata malaikatku
pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini ? Mengapa hampir tidak ada
pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela
napas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat
sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat
Tuhan ?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. Cukup
berkata "Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi
sesamamu serta jauhilah kejahatan". "Lalu, rahmat apa saja yang
perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau
mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap
di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari
75% penduduk dunia ini".

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-
uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan
dunia. "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan
daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak
orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini".

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang,
kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang
amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di
dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan
pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang. "Jika
engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah
seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang
berada dalam keraguan dan keputusasaan.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah
anugerahkan kepadamu. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan
bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan
lebih banyak nikmat kepadamu' ".



--------------------------------------------------------------------------------
Orang yang menzalimi diri sendiri ialah mereka yang tunduk dan patuh pada mereka yang tidak menghormatinya, mengharapkan kemanisan pada sesuatu yang tidak memberi manfaat kepadanya dan menerima pujian daripada mereka yang tidak dikenalinya - Imam Syafi'i -
--------------------------------------------------------------------------------

Wednesday, January 30, 2008

If you want to be enthusiastic, act enthusiastic


Many of us find conflict when we want to make a change in our lives. The quote above was said by Dale Carnegie, and the lesson to be learned is simply this: if you want a certain result, act out what it is you want.

School has started for me again and so far so good. The only frustration I have is not spending my time wisely. I go to work, I go to school and the rest of the day is spent wasting my precious time. Paper work is piling up among other goals. However, I am optimistic that this will change because I am not depressed by it. I am not disappointed in myself. I am happy with who I am and it is as simple as that.

I subscribe to some blogs, one of which is from i will change your life . com. Here is an interesting post that will get the brain and soul pumped.

“The successful person has the habit of doing the things failures don’t like to do. They don’t like doing them either necessarily. But their disliking is subordinated to the strength of their purpose.” — E.M. Gray

I write this having just returned from an early morning run. The local neighborhood looked beautiful covered in a thin layer of snow, but as you would expect I had the streets to myself at 5.30am.

Waking early has come to symbolize my personal development journey. I have gone from a person who would continually hit the snooze button to one who happily wakes at 5am most days (find out how by reading How I Won the Battle of the Bed). Some mornings are harder than others but, yes, I honestly do enjoy waking at 5am (although it took some adjusting to). Why? Because the morning is my time. It is the time I get to work on myself, write for this blog and visualize the path I want my life to take.

As I ran the lonely streets this morning, I had an inner feeling that I am doing things right. Part of the reason why relates to the fact that I am following a path most people choose not to take - the “road less traveled” as it is often called. I want to squeeze as much out of each and every day as possible.

I know waking early isn’t for everyone, but there are endless ways in which you can be different from the majority of people, and in doing so break away from the pack. Some ideas include:

* Watch little to no television
* Exercise regularly and eat incredibly well
* Be devoted to excellence in everything you do
* Have a strong bias towards taking action
* Create something unique
* Be a positive and passionate person
* Chase your dreams
* Take the time to build and nurture relationships
* Be masterful at managing your time
* Continually focus on adding value to the lives of other people

So then, my question for today is: what are you doing that’s different from the majority of people that has you on the path to success?

Here is another way to look at making a change by looking at some of our bad habits. This is from the Positivity Blog

“Be miserable. Or motivate yourself. Whatever has to be done, it’s always your choice”Wayne Dyer

I think that becoming a happier person is not so much about changing external circumstances as it is about changing your thinking.

You can pile up tons of positive external stuff in your life but if your internals are messed up then your life won’t become that much better.

And the thing is that if you get your thoughts into the right place then your outer world will start to align to those thoughts.

Now, there are quite a few ways to make yourself miserable. Here are 9 of them that I believe are some of the most popular. I have used them time and time again. I still do from time to time.

I’d recommend decreasing these thought habits as much as possible. Ditching them all together might be hard. But over time you can cut down on them significantly.

To remind yourself of them you may want to print out this article or write down a few of these ways that you feel especially apply to you.

You can use those notes as external reminders for the fridge or your bathroom mirror.

1. Compare everything you do to the lives and accomplishments of other people.

The problem with comparing yourself to others is that there will always be someone with more than you. So you get a car that is nicer than the ones your closest neighbours drive. And that feels awesome for a while. But then one day you see the young kid on the next block driving around in his new, cool and expensive sports car. And once again, you don’t feel so good anymore.

A more useful way of thinking is to compare yourself to yourself. Appreciate the progress you have made. Take a closer look at the areas where you aren’t improving as much as you’d like and try to figure out why. Then make a plan for how you can improve on those areas of your life.

2. Go along with what everyone else tells you. And try to please everyone.

Recognize that everyone will have opinions on what you can do. That doesn’t mean that you have to do what they say. You cannot live your life through the eyes of everyone else. Well, you can but then you’ll most likely feel a lot of pressure from every direction and not feel that well at all.

And even if you do try to please everyone you may find that some people aren’t pleased anyway. That’s because what they are saying doesn’t have much to do with you at all. What they are saying is just an outer reflection of their life and how they feel. If they didn’t say something negative to you then they would complain about cabbies, dog owners or whoever popped up in their mind or in front of their nose.

Now I could tell you that you should always think for yourself instead and make your decisions on what you know. The problem I have found with that point of view is that you and I are bit like everyone else. We also like to feel like we are right and are sitting on the best advice. So what you are thinking is right may not always be the best solution.

So try to do some research. Ask people who have actually been where you want to go what they have learned. Try to base you decisions on something substantial. Then just take action. In the end you have to experiment, fail over and over again and discover what actually works for you.

3. Live in a sea of negative voices.

What you allow into your mind will affect you. So be selective. If you’re hanging out with negative people all the time then that can really drag you down. It’s not easy to stay optimistic when pessimism is the default mode in your world.

Another part of this is getting hooked on the news and prophecies of the sky falling. The sky is probably not falling.

Consider spending less time with negative voices. Cut back on – or cut out –seeing negative people. Cut back on watching the news or even more spectacularly negative TV-shows. You’ll find yourself with a chunk of new, free and fresh time to do something more fun.

4. Never mix things up or try something new.

This one is sneaky. It can fool you into feeling that things are pretty OK. You have your pleasant, safe routine. But underneath there are fuzzy negative feelings of dissatisfaction that sometimes move up to the surface.

Remind yourself of the other times when you have tried something and how you most often don’t regret it at all. In fact, you probably had a pretty good time. Don’t fool yourself into complacency.

I’m not saying that need to go sky diving. But simply that it’s a good choice to mix things up, to get some diversity at least once in a while. The next time someone suggests trying something give a try. Or make a suggestion to your friends.

5. Spend too much of your time in the past and/or the future.

How much time do you spend thinking about something that has happened? Or on something that you think will happen?

How much time do you actually spend thinking about and observing what is actually in front of your nose right now?

It may seem like a pretty good idea to think about a great memory. Or dream about what you will do for the weekend or your vacation. And it is.

The thing is just that if you spend much time in the past or present then thoughts tend to spiral a bit out of control. You start to over think. You imagine future scenarios in an almost compulsive way. You replay and reinterpret old memories. You trap yourself in a negative downward spirals and moods.

Getting lost in these trains of thoughts is very easy. But you can also train yourself to keep a closer eye on your thoughts. If you start to question your own thoughts throughout the day with questions like: “is this useful?” then you can improve your understanding of what you are spending your time thinking about.

If you find what you are thinking isn’t really that useful just drop it and start thinking about something else. If you can’t just drop it – it isn’t easy sometimes – here are three suggestions:

* Focus most of your thinking on finding a solution. Not on wallowing in your negative thoughts. There is often something you can do about a situation. Focus your mind on finding that or those solutions. Then take action. This can bring you out of a negative mood and make you see light at the end of the tunnel.

* Focus on your breathing. Take a couple of dozen belly breaths and just focus your mind on your inhaling and exhaling. This will calm you down, release anxiety and align you with the present moment once again.

* Focus on what is in front of you right now. Instead of thinking over and over again about what your boss told you yesterday or what you want for dinner just focus on what’s right in front of you. When you are driving actually observe what is happening in front of you. When you ride the bus observe the people, trees and buildings.

Like so much else, being present is a muscle you have to build. You learn to stay longer in the now and it becomes easier to snap back into it after some training.

6. Focus on what you don’t want.

If you focus on what you don’t want then that is what your focus system in your mind, your reticular activating system (RAS), will find. If you focus on how everything is going down the toilet then your RAS will let you notice examples of that in your surroundings.

You can only bring into focus what you are focusing on. The rest will blur into the background. So if you want to earn more money don’t focus on your lack of money. Focus on how you can make more money. Opportunities will jump out at you in conversations, while you are reading the paper or watching TV or while you are just walking down the street. It can be a bit freaky sometimes. Suddenly, after having changed your focus, something that has obviously been there for quite some time in the background jumps out at you.

Just focusing on what you want won’t solve your problems though. You still need to take action over and over to take advantage of your newfound opportunities.

7. Spend your time looking for magic pills.

Reading a book on personal development won’t solve your problems. It’s kinda devious though because reading the book can make you feel like you are making progress. But without action there is little progress.

But this pleasant feeling of making progress can become addictive. It gives you an emotional high. So you read another book. And another. And you become a personal development junkie.
Always looking for that one thing that will change your life. But there are no real magic pills.
Some books are certainly more helpful than others. Especially if they wind up in your hand at the right time. When you are ready for them. And exposing your mind constantly to positive and helpful information is better than listening to negative voices. Over time it can help you change how you think and how you view your world.

But it is no substitute for taking action. Someone might try to sell you something that they promise will bring big rewards with basically no action your part. That’s probably just a sales pitch. The product itself may be good, great or useless. You never really know. You just have to try it out by taking action and see for yourself.

My recommendation is to stop looking for magic pills. Instead just buy a classic personal development book from authors like Tony Robbins, Brian Tracy or Eckhart Tolle. Then actually follow a tips or two of their tips for 30 days. Just focus on that. Then move on to another couple of pieces of advice. This will give you better results than running around in circles looking for magic pills. You can find some recommended books right here.

8. Always be looking for and relying on external validation.

This can be a huge one. External validation is basically that someone other than you validates you. They might tell you that you are smart, pretty, cool, successful etc. They tell you something that tells you that you are a person of value.

Now, this may sound all well and good. Getting compliments is wonderful. The problem is just that if you need validation from others then you let the outside world, other people, control how you feel. And that can be a real rollercoaster. Because if you need the positive validation from people then it’s hard to avoid listening to their negative input. Or you may feel bad when there is a pause in the validation.

So what do you do? You let go of the need for that input. But there will still be a need for validation. So you need to fill that up to not go back to really, really wanting validation from others.

You do that by validating yourself instead.
You think about how awesome you are. You appreciate how far you have come and the positive things you have done. You appreciate your own value in the world. You set goals and you achieve those goals. This builds confidence in yourself and in your abilities. These things will help you to build a habit of inner validation.

Don’t sell yourself short. Validate yourself and your accomplishments. Get off the rollercoaster that is over-reliance on external validation.

9. Take things too seriously.

Things are seldom really that serious. It’s most often your ego trying to fool you into thinking so. Because if your problems are serious, huge and important then that means that you must be important. It’s a way to try to raise your value for yourself and in the eyes of others.

It’s not a great way of thinking though. You’ll spend far too much time thinking the past and the future. You’ll create irritability and instability within yourself that is reflected into the outside world. You’ll probably spend quite a bit of time being hard on yourself.

Being hard on yourself might sound a like a good idea to “teach yourself a lesson”. I believe it’s better to drop such behaviour and learn what you can from mistakes and then move on. Being hard on yourself just seems to create a lot of negativity and problems within yourself. All in all, by taking things too seriously you can really go down, down, down into a negative spiral.

Lightening up and not taking things too seriously is more pleasurable and useful thing to do. I have done this by for example using a note on my fridge to remind myself to “Lighten up!” and by not identifying so much with my ego, emotions and thoughts. You can read all about it in

Lighten Up!
http://jolielaidediary.wordpress.com/2008/01/30/if-you-want-to-be-enthusiastic-act-enthusiastic/

Saturday, January 26, 2008

Ngengat dan Kehidupan

NGENGAT DAN KEHIDUPAN Diambil dari: Anonim

Saat kita mengamati sebuah kepompong, akan nampak keluar dari sana seekor ngengat, yang sering dipandang jauh lebih jelek dibanding kupu2. Padahal ngengat jauh lebih kuat & lebih cepat daripada kupu-kupu. Pada waktu akan keluar, ada lubang kecil dari kepompong, yang nantinya membesar dan menjadi jalan keluarnya ngengat ke alam bebas.

Kita bisa membantu ngengat keluar lebih cepat dengan memperbesar lubangnya. Tapi karena tidak sesuai dengan waktu alam, maka kemungkinan besar ngengat akan mati.

Ketika kita berdoa meminta sesuatu dari Tuhan, sadarkah kita bahwa Dia tidak akan mengabulkan permintaan kita bila saatnya belum tepat ? Maka kita akan terus bertanya kenapa Tuhan tidak mengabulkan doa saya ? Mungkin bila Tuhan langsung mengabulkannya, kita akan `mati' karena belum cukup dewasa untuk mempertanggungjawabkan apa yang Tuhan berikan.

Jadi, tetaplah bersabar sambil terus berkarya dengan apa yang sudah dimiliki. Mungkin apa yg telah kita punya sekarang dapat menghasilkan `sutera' yg berguna bagi orang banyak.

Friday, January 11, 2008

MENGATASI PENYAKIT MALAS

MENGATASI PENYAKIT MALAS Diambil dari: Rasa Malas dan Cara Mengatasinya oleh Edy Zaqeus

Malas adalah penyakit mental. Siapa dihinggapi rasa malas, sukses pasti jauh dari gapaian. Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban,dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Nah, bagaimana cara mengatasinya ? Berikut kiat-kiatnya :

1. MEMBUAT TUJUAN
Orang yang malas biasanya TIDAK MEMILIKI MOTIVASI untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya TIDAK MEMILIKI TUJUAN HIDUP yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen pencapaian hidup.

Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, TERGANTUNG PADA SITUASI, dan cenderung menyerah pada nasib. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan. Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan hidupnya.

2. MENGASAH KEMAMPUAN
Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Akan lebih baik lagi jika tujuan dilengkapi dengan AKTIVITAS PEMBELAJARAN, seperti mencari cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Kita juga perlu mengasah kemampuan secara berkala supaya langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan.

Contoh : jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi.

Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di JALUR YANG BENAR. Kemampuan kita dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.

Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan, resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti lagi. Sayang sekali.

3. PERGAULAN DINAMIS
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-lama dengan para orang malas dan pesimistik.

Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain.

Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Manusia-manusia optimis, self-motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya MEMANCARKAN AURA POSITIF kepada apa pun dan siapa pun di ekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.

4. DISIPLIN DIRI
Jika kita mau bersikap keras dan disiplin pada diri sendiri, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Bayangkan, bagaimana seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih dengan tekun ? Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika dia sering mangkir atau bolos kerja ?

Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri, memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya. Jika Anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada Anda.

Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan KEBIASAAN MENDISIPLINKAN DIRI dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.